Laman

22 Feb 2010

Arema Tuntaskan Dendam!

Arema Indonesia berhasil menuntaskan balas dendamnya ke Persebaya. Ini menyusul sukses Singo Edan membungkam Bajul Ijo 1-0 (0-0) melalui gol penalti dalam lanjutan kompetisi Liga Super di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (21/2).
Dalam laga kemarin, baik Arema dan Persebaya tampil all out. Dua tim besar di persepakbolaan Indonesia ini berusaha menyuguhkan permainan terbaiknya.
Singo Edan yang mendapatkan dukungan puluhan ribu Aremania, berusaha tampil agresif dengan melakukan tekanan-tekanan gencar ke gawang Persebaya. Mereka berusaha membalas kekalahan menyakitkan 0-2 di Surabaya pada putaran pertama.
Noh Alamsyah, Ridhuan, dan Fakhrudian kerap melakukan penetrasi ke jantung pertahanan Bajul Ijo. Bahkan, Fakrudin nyaris membobol gawang Persebaya yang dikawal Syamsudin di menit 43, jika tendangannya tidak melebar ke sisi kanan gawang. Sebaliknya, Persebaya memiliki peluang untuk membuat gol lewat Andi Odang pada menit ke-44, tetapi sontekannya masih bisa diamankan kiper Arema Kurnia Meiga.
Pada babak kedua, pertarungan tambah menarik. Arema terus berusaha mengurung pertahanan Persebaya dengan serangan-serangan gencar. Tetapi, Anderson, Takatoshi Uchida dan Nugroho Mardianto yang menjadi palang pintu Bajul Ijo tampil taktis dalam menangkal gempuran tuan rumah. Bahkan, Bajul Ijo bisa keluar dari tekanan dan beberapa kali membuat ancaman ke tuan rumah.
Sayang penampilan kedua tim yang berjalan dalam tempo tinggi, keras dan enak ditonton itu tidak diimbangi kepemimpinan wasit Olehadi dengan bagus. Ia kerap memberikan keputusan-keputusan yang melunturkan sportivitas dan fair play.
Gol Arema baru tercipta pada menit ke-89 ketika wasit memberi hadiah penalti kepada Arema. Keputusan itu diambil setelah bek Persebaya Anderson menjatuhkan gelandang Arema, M Ridhuan di kotak penalti.
Pierre Njangka yang mengambil tendangan penalti dengan sempurna melakukan eksekutornya untuk mengecoh Syaifudin. Gol tersebut membuat kubu Bajul Ijo yang sudah memberikan perlawanan mati-matian dan poin sudah di depan mata, akhirnya sirna dan berbalik pesta bagi tuan rumah.
Dengan kemenangan kemarin, Singo Edan kian kokoh memuncaki klasemen sementara Liga Super. Pierre Njangka dkk kini posisinya kian meninggalkan tim-tim pesaingnya dengan torehan 45 poin.
Sementara dari luar lapangan, laga Arema dan Persebaya menyedot perhatian pihak kemanan. Laga tersebut layaknya seperti menyambut ‘perang’. Betapa tidak, keberangkatan tim Bajul Ijo dari hotel menuju stadion harus diangkut dengan dua kendaraan perintis (Rantis) dari Polwiltabes Malang. Pengawalan dari polisi juga cukup ketat.
Selain itu, puluhan Aremania (suporter Arema) ikut melakukan pengawalan dengan konvoi sepeda motor.
Panpel Arema Apriadi, mengatakan, pengawalan bagi tim Persebaya ini sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan dari Kota Malang menuju Stadion Kanjuruhan Kepanjen.
“Selain dikawal sekitar 50 sepeda motor Aremania, Persebaya juga tetap mendapatkan pengawalan sesuai standar dan prosedur tetap (protap) yang melibatkan aparat kepolisian baik yang mengendarai sepeda motor maupun mobil,” tegas Apriadi.
Ia mengakui, laga yang mempertemukan Arema Indonesia dengan Persebaya Surabaya merupakan laga yang bertensi tinggi, sehingga selain aparat kepolisian, Aremania juga dilibatkan dalam pengamanan dan pengawalan Persebaya Surabaya.
Apalagi, katanya, laga “derby” Jatim itu digelar malam hari yang cukup riskan, baik pengamanan maupun penerangan karena dalam dua hari terakhir terjadi pemadaman aliran listrik pada malam hari.
Membeludaknya penonton ternyata membawa korban. Ada satu Aremania yang berada di tribun selatan jatuh dan pingsan.
“Ini kemenangan spesial dan saya puas, meski melalui gol penalti,” sebut Robert Alberts, arsitek Arema, usai pertandingan.
Pelatih asal Belanda ini mengakui, Persebaya tampil lebih bagus dibanding saat dikalahkan 1-3 oleh Persema Malang. “Pemain belakang mereka (Persebaya) juga cukup bagus. Kemudian kiper (Syaifudin) main cemerlang,” sambung Robert.
Jika Arema mengaku senang, sebaliknya Persebaya kecewa. Pelatih Danurwindo mengatakan, Arema tidak pantas memenangi laga kemarin. “Ridhuan melakukan daiving. Penalti tidak layak diberikan ke Arema,” kata Danurwindo.
Mantan pelatih timnas Indonesia ini mengaku sudah memberikan yang terbaik bagi Persebaya. Jika manajemen memutuskan dirinya diberhentikan karena kekalahan itu, Danurwindo mengaku pasrah. “Saya sudah siap menerima keputusan dari manajemen. Saya profesional,” tegasnya.

dapet disini

0 komentar:

Posting Komentar